Ziarah ke Museum of Innocence

Kemal menemukan kebahagian mencintai seorang Füsun dengan segenap warna dan misteri.

Thursday, February 27, 2014

Beyond Territory: Membingkai Indonesia dari Luar

"(The nation) is invisible; it must be personified before it can be seen, symbolized before it can be loved, imaged before it can be convinced….”  (Cerulo, 1995: 3) Syahdan, kalimat di atas tiba-tiba berjelaga dalam pikiran. Ia menjentik pengalaman yang nyaris lenyap—atau lebih tepatnya tak terjawab—selama kurang lebih dua bulan. Buku setebal gengaman tangan bayi berjudul Identity Designs: The Sights and Sounds of a Nation karya Karen A....

Friday, February 21, 2014

Testimoni PlayPlus Indonesia

(Saya tulis testimoni ini untuk salah satu rubrik dalam website PlayPlus. Tapi karena website-nya eror dan tidak bisa diakses, saya publis di blog sini dengan sedikit edit). Bakerja bareng State Alumni baru terjadi kali ini. Sebelumnya saya nyaris tak pernah berhubungan secara intens dengan para alumni IELSP (Indonesia English Language Study Program). Saya diuntungkan “memaksa diri” untuk datang ke Alumni Meeting yang dihelat di Jogja pada sekitar...

Thursday, February 20, 2014

Aile Toplumun Temelidi

Ben şimdi bu kompozisyonla bir aile konusunu anlatıyorum. Bu konu herkes için önemlidir çünkü o toplumun temelidir. Bir toplum aileden başlar. Aile toplumun küçük bir sosyal hayat gibidir. İlk eğitim ailede başlar. Çocuklar toplumda nasıl davranacaklarını, doğruları yanlışları ilk olarak ailesinde öğrenir. Bu yüzden ebeveynlere çok önemli işler düşmektedir. Her insan farklıdır çünkü her insanın ailesi farklıdır: etnik, ırk, dil ve karakter. Mesela...

Saturday, February 08, 2014

Surat Biasa untuk Andre Sutantyo

Kawan Andre yang baik.... Sejak mendengar tekadmu untuk ikut bursa calon legislatif (caleg) DPRD Salatiga tahun 2014, sejujurnya saya terperangah dan tercengang. Yang terpikir hanya satu: kamu benar-benar akan melewati lorong yang penuh intrik. Karena hingga sekarang saya menyaksikan sendiri bahwa jalan politik, di negeri tercinta ini, adalah lorong penuh jebakan dan banyak “main-main”-nya. Sedikit sekali yang murni datang dari hati nurani...