Friday, November 23, 2012
Monday, November 05, 2012
Menuju Transmisi Karya Sastra
Versi cetak kolom ini dimuat di rubrik buku Jawa Pos, 04 November 2012.
Sore
itu, 27 Oktober 2012, sebuah lingkaran diskusi di Komunitas Rumahlebah tergelar
sederhana. Raudal Tanjung Banua, Kuswaidi Syafi’ie dan Faisal Kamandobat berada
di kerumunan mereka yang tengah berdisksui dengan tema “Memaknai Keikhlasan Diri (Refleksi Bulan Bahasa dan Hari Raya
Qurban)”, untuk menghantar edisi baru Jurnal Rumahlebah Ruangpuisi. Dan
ternyata benar, seperti dugaan saya, dalam diskusi itu yang muncul adalah diskusi
seputar wacana karya sastra, daripada tentang Hari Raya Qurban.
Sebagai
pembuka diskusi, dengan karakter yang sangat khas—memukau, sesekali membacakan
sajak (karya sendiri ataupun bukan) dengan memejamkan mata karena hafal, tertawa
lepas, dan mengupas literatur sufi dengan amat dalam—Cak Kus, sapaan karib
Kuswaidi Syafi’ie, langsung meneror dengan statemen “kalau penyair itu digdaya, puisinya akan membentuk kenyataan, bukan
(cuma) melukiskan atau menggambarkan kenyataan!”
Wednesday, October 31, 2012
Kamu atau Negerimu yang Menjijikan?
![]() |
| taken from this link |
Letter of Reference ~ CRB
Personal Reference – Bernando J. Sujibto
To Whom It May Concern,
I was fortunate to meet with Bernando
J.Sujibto in 2011 when he came to Australia for the Indonesian Muslim Exchange
Program run through Melbourne University. At that time I was supervisor for the
Melbourne program.
Bernando was always ready to be involved in
any discussions involving peace issues and the ways in which it could be possible
to ensure that greater attention was focused on the issue of peace for the
whole world. He has an open, highly enthusiastic and passionate approach to
ideas for the development of peace in our world. He has a maturity beyond his
years in the way he is not only happy to discuss his ideas for Peace building
but also to listen attentively and respectfully to the ideas of others. This
was highlighted during his time in Australia when he met with a number of interfaith
groups and his passionate involvement with Peace development came through in
the discussions which took place.
Even though I knew Bernando for a short
time only, we have continued to maintain a correspondence and I am aware of his
ongoing activities in the development of peace building activities within his
own community. I am confident in saying that he is an outstanding young man
who, I have no doubt, will have a major impact on the future of our world in
his role as an advocate for peace and mutual understanding. He is intelligent,
tireless and highly motivated and I couldn’t be happier to recommend him for
the Program for Human Resource Development in Asia for Peace Building. This is
a young man who will utilise whatever skills he is able to obtain from a
program and put it to solid practical effect in the daily life of his community
and the wider world.
He is an excellent candidate and I am
honoured to be his referee.
Regards,
CRB
Sunday, October 28, 2012
Satu Bulan untuk Dua Sahabat
A deep condolence to you, Supriadi!
Bulan Oktober mencatat dua nama sahabat saya pada kalander dukacita.
Pertama Saudara Taufiq, teman waktu di Pesantren Annuqayah dan lalu di
Komunitas Kutub Jogja; kedua teman kelas saya bernama Supriadi, teman di
lembaga pesantren yang sama. Mereka pergi di bulan Oktober--Taufiq
tanggal 13 dan Supriadi di angka 28 pada kalender Oktober, tepat pada
momentum Sumpah Pemuda.
Friday, September 28, 2012
Menolak Seragam dalam Keberagaman
Tulisan ini digunting dari Balairung Press.
![]() |
| Anung.Bal |
Kerinduan masyarakat Yogyakarta akan hadirnya pelangi seusai hujan agaknya terbayar dalam acara Rainbow for Peace.
Tepat di titik nol kilometer yang menjadi pusat keramaian Yogyakarta,
lingkaran pelangi manusia berpusar menampilkan kebhinekaan Indonesia.
Lebih dari seratus lima puluh pemuda mengenakan kaus berwarna pelangi
dengan lincah menarikan fragmen-fragmen singkat dari tari saman, kecak,
jaipong, tortor, dan tari perang; kombinasi tari yang juga dinamai Tari
Kebhinekaan. Layaknya hujan, sore itu mereka hadir untuk menyejukkan
Indonesia yang tengah memanas lantaran konflik SARA.









