Sekitar Januari 2014, obrolan
imajinatif ini terjadi begitu saja dengan seorang kader Tarbiyah di Turki,
tanpa intensi apapun—selain percapakan sebagai teman. Tetapi, ketika obrolan semakin
dalam, potensi sebagai social researcher
muncul tak terbendung. Sejujurnya saya sangat tertarik mengobrol dengan kelompok
mereka. Karena waktu kuliah di Jogja saya punya kawan mahasiswi UGM yang keluar
dari Tarbiyah dan menceritakan semuanya (intisarinya sama seperti dalam obrolan
berikut). Di samping itu, saya sempat membantu beberapa penelitian seputar isu
radikalisme dan multikulturalisme, termasuk jadi peneliti lapangan tentang proses
radikalisasi organisasi pemuda di empat kota: Jakarta, Yogyakarta, Malang,
Makassar dan Bukittinggi, pada medio 2012
kemarin.
Obrolan berikut, bagi saya, semacam kembangan
saja; sesekali buat hiburan dan sesekali buat pelajaran. Apalagi si dia (D) menjelaskan dengan sangat gamblang dan detail. Tentu
itu bonus, karena mungkin saja tidak semua kita mengetahuinya. Lain ceritanya bagi anak-anak
pergerakan yang sudah banyak minum kopi pahit dunia begini. Demi menjaga
kenyamanan, nama dan tempat dikaburkan (selain Anis Matta dll). Saya tidak
mengedit selain kalimat-kalimat yang kalau tidak diedit EYD-nya akan sulit
dipahami dan juga smiley (karena
ketika diunggah ke blog merusak karakter tulisan). Catatan ini tak ada maksud
menyinggung ataupun memaksa orang lain percaya, alih-alih jadi boomerang. Ini hanya tulisan awal saya sebagai pribadi, untuk kemudian dilanjutkan tulisan-tulisan berikutnya.
Saya membongkar file ini karena
saya mulai menghadapi sebuah tantangan baru yang saya alami sendiri: yaitu
adanya upaya penunggangan lembaga PPI Turki oleh salah satu kelompok: Tarbiyah
dan PKS. Yang terakhir ini yang membuat saya merasa sedih dan memaksa saya
untuk tidak diam. Saya sudah berhadapan langsung dengan mantan ketua PPI Turki periode sebelumnya sebagai orang pertama yang menggiring dan menjebloskan PPI Turki ke kelompoknya. Sejak akhir tahun 2014 saya juga mulai menulis catatan buat tokoh yang satu ini,
sesorang yang dikenal baik tapi di hadapan saya bermuka dua. Tulisan
tersebut akan saya posting nanti kalau sudah selesai.
Saat ini, biar obrolan imajinatif dengan seorang kader perempuan berikut ini jadi warming up dulu.
Khusus untuk para mahasiswa di
Turki, silahkan ingat lagi kegiatan DEYS (Democratic
and Economic Youth Summit), Oktober 2013 ya…. Siapa tahu ada yang mulai tersadar.
Keterangan: Dia (D), Saya (S).
####
D: Bro, daku mau nanya. Dirimu ada
temen orang keturunan Cina gak? Maksudnya Indo-Cina.
S: Ada
D: Bisa minta tolong tanyain dunk. Benar gak
kalau di budaya mereka ada semacam adat kalau
pernikahan dalam satu keluarga gak boleh dalam tahun yang sama. Misalnya saya
orang Cina. Kakak saya mau nikah tahun ini. Otomatis kalau saya mau nikah harus
nunggu tahun depan. Begitu?
S: Oke ntar tak tanyain. Km mau nikah sama keterunan Cina apa,
hahaa?
D: Mau ngecek. Jangan2 saya dikibulin
ama tu orang!
S: Duh. Jangan
sampe.
D: Haha. Minta tolong tanyain ya, J. Maacih
ea kakaaaaak.
S: Iyaa pasti ntaran ya.
D: Okeh.
S: Kamu
kebelet nikah ya? haha
D: Haha. Napa emang kok nanya gitu mbak? Eh kok
manggil mbak, BJ maksudnya.
S: Duh, jadi mbak.
D: Iya ni. Lagi cari jodoh diriku.
S: Mbak BJ. Ga pa2... saya dukung.
D: Hahaha. Lucu juga Mbak BJ.
Tanyain ya. Tapi saya harapnya dia gak bohong
sih.
S: Iya
iya...
D: (smiley)
S: “Ada juga yg
aliran gtu, BJ. Diitung-itung
'tanggal baik'nya dlu, dan biar ga 'nglangkahin' gtu.. Tp ga bisa dipukul rata
gtu smua, krn skrg yg smkin modern/terkristen jg bnyk, ga percaya gtu2an lg.. Jd
balik k masing2 kluarganya..” Itu jawaban temanku setelah aku tannya.
D: Makasih, J. Tapi kalau keluarga
yang masih memegang erat kultur mereka ya gak bisa nikah dalam satu tahun
berarti. Hmmmm. Makasih berat, J. Ocean thanks.
S: Sampe tenggelem ya.
D: Duh hhaha. Kayaknya emang keluarganya kentel
abis Cina-nya. Soalnya mereka sih gak mslah kalau dia ngelangkahi kakaknya.
Tapi yg jd mslah adalah tak boleh nikah dalam tahun yang sama. Kualat katanya.
Uhuks.
S: Uh... Seru juga tuh ya.
D: Seru apanya.
S: Seru
dengan kultur bgt.
D: Oooo.... tapi buat orang kayak saya artinya
delay setahun.
S: Iya iya.
Dia orang Jawa ya.
D: China-Cambodia (Cambodia editan)
S: Bisa
jadi inspirasi buat novel tuh. Harus bersabar ya.
D: Ya. Sepertinya mau dimasukin ke
bab: Cina
S: Besok juga akan datang kok jodohmu.
D: Hahay. Kalao saya sih sante aja. Ada
hikmahnya. Saya udah bilang sama dia. Kalau ya jalan masing2 aja dulu.
S: Siapa
yg ga santai lalu?
D: Saya cari yang lain yang bisa nikah tahun
ini. Maksudnya saya gak santenya itu kalau dia ternyata bohong. Tapi kayaknya
emang kenyataannya.
S: Harus tahun ini apa, D?
D: Saya udah tua, J. Udah 25.
S: Iya ngerti. Apa kriteriamu?
D: Seiman pasti. Yang lain sesuai
kesepakatanlah. Bisa diatur.
S: Boleh tahu dong kesepakatan macam apa?
D: Saya kan ngaji. Dirimu tau ada
halaqoh2 kan? Setidaknya dia mau ngaji juga. Biar satu pikiran.
S: Ngaji Qur'an atau apa? Iya halaqoh yg mana?
D: Ngaji Qur'an. Namanya halaqoh Tarbiyah. Jadi
tiep minggu kami ada ngaji bareng. Acaranya ngaji abis itu bahas tentang Islam.
Bisa sejarah, bisa tantangan yang dihadapi Islam saat ini. Dsb.
S: Oh
gitu. Aku ngerti. Berarti di luar halaqoh ga bisa ya.
D: Bisa sih. Kami orangnya terbuka. Terserah mau
darimana aja. Yang penting nanti mau ngaji. Itu aja. Karena menurut saya satu
pikiran dan satu suhu itu penting dalam membina rumah tangga. Karena kita kan
membangun peradaban. Nikah bukan hanya sekedar cinta.
S: Iya betul. Sejak kapan kamu masuk ke halaqoh gt, D?
D: Sejak kuliah S1. Sejak semester 1 dulu.
S: Oh oke. Berarti aku ga bisa masuk kriteriamu dong hihihi.
D: Wah. Jangan2 saya bakal dijadikan bahan
riset nih sama BJ. Bisalah kalau kamu mau. Tapi ikutan ngaji.
S: Kl ngaji Qur'an
pasti dong.
D: Luluslah.
S: Tp ga
mau ikut halaqoh mereka. Berarti bisa nih lamar kamu ya hihi.
D: Bisa asal mau halaqoh. Karena halaqoh itu
terdiri dari dua: ngaji dan ikut kajian tadi.
S: Susah
ya. Ahay.
D: Iya. Susah. Hahaa. Kemarin juga yang China itu
gak halaqoh. Saya bilang coba aja dulu masuk halaqoh.
S: Terus
D: Udah masuk. Kalau kamu ngerasa gak
sanggup dan gak mau nikah sama aku lantaran gak mau ikut halaqoh ya silahkan.
Terserah. Terus dia ikut halaqoh selama 3 bulan. Percobaan. Katanya sih awalnya
ngerasa gak nyaman. Tapi lama2 jadi biasa. Tapi setelah syarat terpenuhi.
Ternyata kami memang sepertinya gak jodoh. Karena hal yang saya tanyakan tadi. Yang
gak bisa nikah tahun yang sama. Wah. Ini kok jadi curhat.
S: Iya ga pa2 D.
Aku senang banget bisa mendengar ini dari kamu.
D: Iya. Bisa jadi bahan riset. Dirimu kan anak
sosiologi.
S: Iya
bisa juga gitu. Tp risetku bukan ttg beginian. Keren sekali ya halaqah. Gigih
gt.
D: Sebenarnya hanya untuk
memastikan jalan membangun peradaban itu. Batu bata penyusunnya sebaiknya satu
bentuk. Bisa baca kisahnya Anis Matta yang menikahi orang Hungaria.
S: Iya
iya. Keren emang.
D: Semua serba realistis.
S: Kl
misalnya nikah dg org di luar halaqoh gmana?
D: Bisa2 aja. Tapi ya itu. Mau ikut halaqoh.
Haha. Itu lagi.
S: Kl ga
mau?
D: Saya sebenarnya sudah ada perasaan dengan
yang Cina itu. Tapi saya juga harus realistis.
S: Misalnya
aku ga mau.. tapi pingin nikah sama kamu.
D: Kalau gak mau ya saya juga gak mau.
Karena menuruts saya membangun rumah tangga tidak hanya sekedar cinta. Tapi ada
visi yang jelas kemana mau dibawa rumha tangga.
S: Iya
ngerti. Tp kan g harus dg halaqah to?
D: Visi saya ya memberi manfaat
sebesarnya. Salah satu sarananya ya dengan itu. Halaqoh tadi. Ibaratnya halaqoh
itu sebuah gerbong. Kalau kita pisah gerbong gimana mau jalan beriringan.
S: Visi
saya ya memberi manfaat sebesarnya. Tp tdk dg halaqah. Terus gmana?
D: Kalau kita pisah gerbong gimana mau jalan beriringan.
S: Kan
tujuannya sama.
D: Either saya yang pindah ke gerbong A atau
kamu yang pindah ke gerbong lain.
S: Km siap kl pindah gerbong?
D: Saya gak mau pindah gerbong. Ibaratnya begini. Ada dua kereta
berjalan beriringan dengan tujuan yang sama. Saya ada di kereta A. S ada di
kereta B. Nah. Saya mau komunikasi sama S lewat jendela. Susah. Harus teriak2
dulu. Sedangkan kita dituntut efisiensi waktu. Kita tak punya waktu banyak
hanya untuk sekedar komunikasi. Sedangkan agenda2 peradaban menanti didepan. Begitulah.
Kok jadi berat kayak gini sih.
S: Oke. Agenda peradaban yg dimaksud apa konkretnya? Hihi
D: Hee. Masih mau nyimak gak?
S: Iya sangat mau dong.
D: Sebentar saya carikan file egenda peradaban
dulu ya. Biar BJ gak salah ngerti.
S: Boleh
boleh. Ditunggu ya.
D: Nah. Ketemu. Jadi agenda peradabannya begini: Tahapan paling
tingginya adalah: Menjadikan Islam adalah sistem seluruh dunia. Rahmatan lil
alamin lah bahasa kerennya. Untuk mencapai itu ada beberapa mihwar. Kami menyebutnya tahapan mihwar dakwah. Tahapan yang paling mendasar
adalah mihwar pembentukan Muslim sejati. Kami mulai dengan halaqoh tadi. Tahapan
kedua yakni mihwar pembentukan
keluarga Islami. Dengan pembentukan keluarga Islami diharapkan kita dengan
kelurga tersebut bisa menuju mihwar
selanjutnya. Yakni: mihwar masyarakat
Islami. Setelah itu baru negara, dan dunia. Makanya disebut misi peradaban.
S: Wah keren sekali ya. Sebuah strategy yg keren itu.
D: Nah. Saya ingin mengutip kata2
Anis Matta dan Ahmad Heryawan tentang peradaban ini: Ini bakal panjang saya ketik
disini.
S: Oke ditunggu... Tokoh paling atas di Indonesia siapa, D?
D: Paling atas maksudnya?
S: Macam
paling berpengaruh atau presidentnya gt.
D: Nanti saya jawab itu ya. Saya ketikkan
ini dulu; ini pidato Anis Matta ketika kemarin datang ke Turki. Serta Pidato
Ahmad Heryawan di acara DEYS: “Secara fisik di Turki banyak karya sejarah
pembangunnya sudah wafat hari ini kita masih bisa memanfaatkan karya bangunan
fisiknya. Dan karya2 pikiran ulama masa lalu. Di Indonesia, saya tinggal di
Gedung Pakuan dibangun 1884 dan sampai sekarang masih kokoh. Gedung sate
dibangun 1920 masih kokoh sampai sekarang. Bandingkan dengan bangunan zaman
sekarang yang melalui proses tender. Biasanya umur manusianya masih hidup
bangunannya sudah runtuh. Kenapa? Teorinya sederhana, karena ia tidak berpikir
untuk membuat sejarah. Kami percaya bahwa setiap bangsa akan mendapatkan jatah
untuk membangun peradaban dan sejarah di dunia: Arab sudah. Persia sudah. Turk
sudah. Dan yang lainnya sudah. Giliran kita orang Malay yang belum. Dan kami
percaya bahwa kita bangsa Indonesia adalah kandidat utamanya. Turki penduduknya
berapa? 70-an juta. Satu negara besar di antara negara lain di kawasan ini.
Karena Mesir 80-an juta. Iran 70-an juta. Ini adalah negara2 Arab yang kalau dikumpulkann ada 22 baru bisa menyamai jumlah penduduk Indonesia. Jadi bisa
kita bayangkan perbedaan dalam skala. Bahkan salah satu politisi Kuawit terheran
dengan besarnya jumlah kita. Tapi kita saudara2: sering mempersepsikan diri
kita kecil. Dan karena itu kita tidak pernah membayangkan melakukan kerja2
besar seperti membangun peradaban dunia. Kita yang menganggap diri kita kecil
padahal orang lain melihatnya sangat berbeda.”….. Ini pendapat saya; dari visi di atas yang
sudah jelas saya enggan untuk pindah gerbong. Tujuan memang sama. Tapi saya
tidak pernah menemukan penjelasan yang membangkitkan semamgat seperti ini di
gerbong2 lainnya. Bukan berarti gerbong yang lain salah, hanya saja saya merasa
gerbong yang ini sesuai dengan saya.
S: Oke oke, D...
D: Gak salah dunk kalau saya minta calon suami
saya juga melihat visi ini.
S: Makasih
sudah sedia menjelaskannya. Kamu baik deh.
D: Sip deh. Biar orang tak salah mempersepsi
kami. Karena saya sering mendapat kritikan bahwa: gerbong kamu ekslusif. Karena
mereka belum lihat dari dalam sepertinya.
S: Iya
betul mrk ga tahu kelompokmu dr dalam. Terus president gerbong kamu di
Indonesia siapa sekarang. Tokoh2 yg yang terkenal gt.
D: Ya semacam Anis Matta, Ahmad Heryawan dan
kawan2nyalah.
S: Ini
kelompokmu bernama Hizbut Tahrir ya, D?
D: Beda. Hizbut Tahrir itu Ustadz
Felix. Kalau saya Ikhwanul Muslimin.
S: Oh iya.
Tapi sama lho..mau bikin khalifah juga...
D: HT dan IM beda. Kalau HT mereka gak
berpolitik.
S: Kan sama mau bikin negara Islam. Oh gt.. Mencerahkan
sekali deh chatting ini. Makasih ya
D: Sama2. Semoga bermanfaat. Semoga BJ
mempersepsi kami bukan gerakan yang aneh2.
S: Ga kok.
Ga bakal. Saya dukung kalian jika baik. Tapi sayang jg banyak yg korup ya.
D: Wah. Saya masih dalam kepercayaan gak
korup. Itu kayak filosofi SUMUR.
S: Apa
lagi tuh?
D: Sudah pernah dengar?
S: Kayak Lutfi
Hasan ga korup berarti?
D: Nanti lanjut lagi ya. Saya tunaikan
kewajiban dulu: sholat. Hehe
S: Sip
D: Saya berkesimpulan dari pernyataan BJ bahwa
ketika kita halaqoh itu artinya masuk partai. Pertama2 saya ingin menjelaskan
bahwa ketika kamu masuk halaqoh bukan berarti kamu masuk partai. Partai
hanyalah salah satu sarana kami. Kalaupun partai bubar kami tetap ada. Karena
induknya adalah jamaah tadi, bukan partai. Misalnya saya. Ketika masuk halaqoh
saya bukan orang partai. Kami berprinsip menebar kebaikan apapun kemampuan kamu.
Lalu misalnya saya menebar kebaikan melalui tulisan. Itulah sebab kenapa saya
rajin menulis. Karena disitu tempat saya mampu. Kami sebut muyul. Nah ada juga orang yang muyulnya
di partai ya masuk partai. Muyul
politik maksudnya……. Nah, mengenai FILOSOFI sumur tadi mau dijelasin gak?
S: Kakakku masuk PKS, lho. Mau dong.
D: Hehehe. Siap. Kamu pernah dengar teori
konspirasi? Banyak yang tak percaya tentang teori konspirasi atas kami. Ini
sebenarnya konspirasi internasional. Misalnya saja sekarang diterapkan di
Turki. Karena di Indo mereka berhasil merusak citra kami, jadi sekarang mereka
juga menerapkannya atas Turki. Ada saya punya tulisan tentang ini….. Sebentar
ya….
S: Kasi
link ja biar aku baca (tapi sayang
file kiriman si doi soal ini saya lupa disimpan dimana. Semoga masih ada biar
saya publis nanti). Terus soal korupsi Lutfi
Hasan gmana?
D: Saya nulis di word. Gak saya
terbitin karena isu sensitif. Sebentar.
Biar runut. Apapun yang terjadi kami tetap mencintai Ustadz Lutfi Hasan. Sebab
itu pidato pertama Anis Matta ketika menjabat sebagai presiden: kami tetep
mencintai beliau. Tentang penjelasan logisnya seperti ini (si doi kirim file via word); Lalu mengenai kasus korupsi LHI ibarat cerita Nabi Yusuf yang
masuk sumur? Kira2 analoginya seperti itu. Bisa jadi kami berdiri terlalu dekat
dengan sumur jadi orang dengan mudah mendorong kami masuk sumur.
S: Berarti bukti2 semua di pengadilan
gmana tuh?
D: Menurut
BJ gimana? Uang 1 Miliarnya udah ditangan LHI? Blm. Kalau BJ sempat ikut
mendengarkan live streaming
sebenarnya bisa lebih jelas. Bahkan si Fatanah sempat meminta maaf kepada LHI
atas perbuatannya. Live streaming pengadilan LHI maksudnya…… Jadi misalnhya nih
BJ jatuh cinta sama saya dan udah beliin cincin buat saya. Ini misalnya ya.
Terus di jalan BJ ditanya ama temennya: “kamu mau ngapain?” “Mau ngelamar D.” Nah
apakah dengan pernyataan BJ tadi saya lantas dianggao sebagai tunangan BJ. Padahal cincin belum saya terima dan
saya belum mengatakan iya….. Tapi itu hanya maslah segelintir kami. Tak menghalangi
kami untuk tetap menebar kebaikan. Yang lalu biar berlalu. Makanya kami
sekarang mengeluarkan AYTKTM: Apapun Yang Terjadi Kami Tetap Melayani. Lebib
lengkapnya bisa tanya kakaknya BJ deh. Saya orang yang gak masuk politik kok. Saya
menebar kebaikan lewat tulisan.
S: Hehee oke. Oke D. Senang deh dapat ilmu banyak dr kamu.