Tuesday, July 01, 2014
Kenangan Tentang Kota
(Suatu waktu di musim panas, sekitar awal bulan Juni 2013, sebelum saya mendapatkan kabar tentang diterima-tidaknya aplikasi beasiswa ke Turki, saya iseng menerjemahkan esai berikut dari versi bahasa Inggris yang ditulis oleh Orhan Pamuk (versi asli Bahasa Turki). Setelah tiba di Turki, merasai kultur dan mereguk sedikit pengalaman di tahun pertama, saya menemukan spirit esai Pamuk ini sebagai komplemen bagi dirinya yang berdiri tegak sebagai penulis yang independen--dalam artian membela nilai-nilai yang diyakininya di nyaris semua tulisannya. Saya temukan file ini terselip di folder dan langsung mengunggahnya di sini sebelum lenyap sama sekali.)
Tuesday, June 03, 2014
Kacamata, Keberuntungan dan Teman-teman
"Who knows what will happen then? It's a life mystery either lucky or not we should step forward. Mean anything to pursue values, happiness!”
A few times after having double blast of unluckiness I
tweeted above to mark every single experience of my life, to stick it into my
mind. My face with glasses was smashed by a ball played by a bunch of friends
to warming up just a few minutes before match kick-off. Yes, it was broken and
I had a little hurt on face. With 5,5 minus I felt surrounding was suddenly dark.
We brought two balls into the pitch. One was used to play with and another we
put inside. They guy I don’t know the name asked to play it outside. We permitted.
Just a several minutes gone, I saw the ball was already above the pitch which
is fully wrapped by strings. I know it would be difficult to pick it and it was
right that we went back home without that ball.
Monday, May 19, 2014
Sandera Tragedi 1915
Meskipun
beberapa media internasional seperti Süddeutsche
Zeitung dan Le Parisien Daily
menilai langkah tersebut sebagai kejutan dan bencana politik, sikap gentlemen Erdogan patut diapresiasi
sebagai extraordinary step dan constructive path yang diniatkan untuk mencari
titik kesepahaman dan rekonsiliasi antara Turki dan Armenia ke depan.
Sunday, March 16, 2014
Sebuah Cermin
--Michel Foucault
pada sebuah cermin
kausimpan pecahan wajahmu
membayangkan utuh
suatu yang tak ada
suatu yang terbayang
di antara
apa yang membatasi jarak
antara wajahmu dan cermin ini?
akhirnya
kautemukan ketiadaanmu
pada sebuah cermin
lipatan-lipatan waktu melepuh
kaubayangkan utuh
sebagai doa pelarian
para heterotopias
(Versi cetak dimuat di Jurnal Nasional)
pada sebuah cermin
kausimpan pecahan wajahmu
membayangkan utuh
suatu yang tak ada
suatu yang terbayang
di antara
apa yang membatasi jarak
antara wajahmu dan cermin ini?
akhirnya
kautemukan ketiadaanmu
pada sebuah cermin
lipatan-lipatan waktu melepuh
kaubayangkan utuh
sebagai doa pelarian
para heterotopias
(Versi cetak dimuat di Jurnal Nasional)
Wednesday, March 12, 2014
Bermain dengan Bahasa
(unfinished notes for lala)
Saya lupa pastinya kapan pertama kali mengenalnya. Sebenarnya kalau mau scrolling timeline Twitter masih bisa terlacak. Tapi saya lebih suka melanjutkan perkenalan daripada menjadi stalker, menikmati gema yang berdengung dari masing-masing pengalaman dimana saya berhadapan dengan orang lain—salah satunya teman yang satu ini.
Saya lupa pastinya kapan pertama kali mengenalnya. Sebenarnya kalau mau scrolling timeline Twitter masih bisa terlacak. Tapi saya lebih suka melanjutkan perkenalan daripada menjadi stalker, menikmati gema yang berdengung dari masing-masing pengalaman dimana saya berhadapan dengan orang lain—salah satunya teman yang satu ini.
Sunday, March 02, 2014
Prahara Parallel State
"Turkey is not a banana republic.”
(Recep Tayyip Erdogan)
Hati-Hati Plagiarisme!
(Versi cetak esai ini dimuat dı Jawa Pos 02/03/2014 sebagai tanggapan atas tulisan Abdul Waid di koran yang sama Jawa Pos 23/02/2014 di sini).
Plagiarisme:
jauhi virusnya, jangan jauhi orangnya!”
@ih_plagiat
@ih_plagiat










