Wednesday, March 18, 2015

Sebuah Obrolan dengan Kader Tarbiyah di Turki

Sekitar Januari 2014, obrolan imajinatif ini terjadi begitu saja dengan seorang kader Tarbiyah di Turki, tanpa intensi apapun—selain percapakan sebagai teman. Tetapi, ketika obrolan semakin dalam, potensi sebagai social researcher muncul tak terbendung. Sejujurnya saya sangat tertarik mengobrol dengan kelompok mereka. Karena waktu kuliah di Jogja saya punya kawan mahasiswi UGM yang keluar dari Tarbiyah dan menceritakan semuanya (intisarinya sama seperti dalam obrolan berikut). Di samping itu, saya sempat membantu beberapa penelitian seputar isu radikalisme dan multikulturalisme, termasuk jadi peneliti lapangan tentang proses radikalisasi organisasi pemuda di empat kota: Jakarta, Yogyakarta, Malang, Makassar dan Bukittinggi, pada medio 2012 kemarin.

Obrolan berikut, bagi saya, semacam kembangan saja; sesekali buat hiburan dan sesekali buat pelajaran. Apalagi si dia (D) menjelaskan dengan sangat gamblang dan detail. Tentu itu bonus, karena mungkin saja tidak semua kita mengetahuinya. Lain ceritanya bagi anak-anak pergerakan yang sudah banyak minum kopi pahit dunia begini. Demi menjaga kenyamanan, nama dan tempat dikaburkan (selain Anis Matta dll). Saya tidak mengedit selain kalimat-kalimat yang kalau tidak diedit EYD-nya akan sulit dipahami dan juga smiley (karena ketika diunggah ke blog merusak karakter tulisan). Catatan ini tak ada maksud menyinggung ataupun memaksa orang lain percaya, alih-alih jadi boomerang. Ini hanya tulisan awal saya sebagai pribadi, untuk kemudian dilanjutkan tulisan-tulisan berikutnya.

Saya membongkar file ini karena saya mulai menghadapi sebuah tantangan baru yang saya alami sendiri: yaitu adanya upaya penunggangan lembaga PPI Turki oleh salah satu kelompok: Tarbiyah dan PKS. Yang terakhir ini yang membuat saya merasa sedih dan memaksa saya untuk tidak diam. Saya sudah berhadapan langsung dengan mantan ketua PPI Turki periode sebelumnya sebagai orang pertama yang menggiring dan menjebloskan PPI Turki ke kelompoknya. Sejak akhir tahun 2014 saya juga mulai menulis catatan buat tokoh yang satu ini, sesorang yang dikenal baik tapi di hadapan saya bermuka dua. Tulisan tersebut akan saya posting nanti kalau sudah selesai. 

Saat ini, biar obrolan imajinatif dengan seorang kader perempuan berikut ini jadi warming up dulu.

Khusus untuk para mahasiswa di Turki, silahkan ingat lagi kegiatan DEYS (Democratic and Economic Youth Summit), Oktober 2013 ya…. Siapa tahu ada yang mulai tersadar.

Keterangan: Dia (D), Saya (S).

                                                                         ####

D: Bro, daku mau nanya. Dirimu ada temen orang keturunan Cina gak? Maksudnya Indo-Cina.
S: Ada
D: Bisa minta tolong tanyain dunk. Benar gak kalau di budaya mereka ada semacam adat kalau pernikahan dalam satu keluarga gak boleh dalam tahun yang sama. Misalnya saya orang Cina. Kakak saya mau nikah tahun ini. Otomatis kalau saya mau nikah harus nunggu tahun depan. Begitu?
S: Oke ntar tak tanyain. Km mau nikah sama keterunan Cina apa, hahaa?
D: Mau ngecek. Jangan2 saya dikibulin ama tu orang!
S: Duh. Jangan sampe.
D: Haha. Minta tolong tanyain ya, J. Maacih ea kakaaaaak.
S:  Iyaa pasti ntaran ya.
D: Okeh.
S: Kamu kebelet nikah ya? haha
D: Haha. Napa emang kok nanya gitu mbak? Eh kok manggil mbak, BJ maksudnya.
S: Duh, jadi mbak.
D: Iya ni. Lagi cari jodoh diriku.
S: Mbak BJ. Ga pa2... saya dukung.
D: Hahaha. Lucu juga Mbak BJ. Tanyain ya. Tapi saya harapnya dia gak bohong sih.
S: Iya iya...
D: (smiley)
S: Ada juga yg aliran gtu, BJ. Diitung-itung 'tanggal baik'nya dlu, dan biar ga 'nglangkahin' gtu.. Tp ga bisa dipukul rata gtu smua, krn skrg yg smkin modern/terkristen jg bnyk, ga percaya gtu2an lg.. Jd balik k masing2 kluarganya..” Itu jawaban temanku setelah aku tannya.
D: Makasih, J. Tapi kalau keluarga yang masih memegang erat kultur mereka ya gak bisa nikah dalam satu tahun berarti. Hmmmm. Makasih berat, J. Ocean thanks.
S: Sampe
tenggelem ya.
D: Duh hhaha. Kayaknya emang keluarganya kentel abis Cina-nya. Soalnya mereka sih gak mslah kalau dia ngelangkahi kakaknya. Tapi yg jd mslah adalah tak boleh nikah dalam tahun yang sama. Kualat katanya. Uhuks.
S: Uh... Seru juga tuh ya.
D: Seru apanya.
S: Seru dengan kultur bgt.
D: Oooo.... tapi buat orang kayak saya artinya delay setahun.
S: Iya iya. Dia orang Jawa ya.
D: China-Cambodia (Cambodia editan)
S: Bisa jadi inspirasi buat novel tuh. Harus bersabar ya.
D: Ya. Sepertinya mau dimasukin ke bab: Cina
S: Besok juga akan datang kok jodohmu.
D: Hahay. Kalao saya sih sante aja. Ada hikmahnya. Saya udah bilang sama dia. Kalau ya jalan masing2 aja dulu.
S: Siapa yg ga santai lalu?
D: Saya cari yang lain yang bisa nikah tahun ini. Maksudnya saya gak santenya itu kalau dia ternyata bohong. Tapi kayaknya emang kenyataannya.
S: Harus tahun ini apa, D?
D: Saya udah tua, J. Udah 25.
S: Iya ngerti. Apa kriteriamu?
D: Seiman pasti. Yang lain sesuai kesepakatanlah. Bisa diatur.
S: Boleh tahu dong kesepakatan macam apa?
D: Saya kan ngaji. Dirimu tau ada halaqoh2 kan? Setidaknya dia mau ngaji juga. Biar satu pikiran.
S: Ngaji Qur'an atau apa? Iya halaqoh yg mana?
D: Ngaji Qur'an. Namanya halaqoh Tarbiyah. Jadi tiep minggu kami ada ngaji bareng. Acaranya ngaji abis itu bahas tentang Islam. Bisa sejarah, bisa tantangan yang dihadapi Islam saat ini. Dsb.
S: Oh gitu. Aku ngerti. Berarti di luar halaqoh ga bisa ya.
D: Bisa sih. Kami orangnya terbuka. Terserah mau darimana aja. Yang penting nanti mau ngaji. Itu aja. Karena menurut saya satu pikiran dan satu suhu itu penting dalam membina rumah tangga. Karena kita kan membangun peradaban. Nikah bukan hanya sekedar cinta.
S: Iya betul. Sejak kapan kamu masuk ke halaqoh gt, D?
D: Sejak kuliah S1. Sejak semester 1 dulu.
S: Oh oke. Berarti aku ga bisa masuk kriteriamu dong hihihi.
D: Wah. Jangan2 saya bakal dijadikan bahan riset nih sama BJ. Bisalah kalau kamu mau. Tapi ikutan ngaji.
S: Kl ngaji Qur'an pasti dong.
D: Luluslah.
S: Tp ga mau ikut halaqoh mereka. Berarti bisa nih lamar kamu ya hihi.
D: Bisa asal mau halaqoh. Karena halaqoh itu terdiri dari dua: ngaji dan ikut kajian tadi.
S: Susah ya. Ahay.
D: Iya. Susah. Hahaa. Kemarin juga yang China itu gak halaqoh. Saya bilang coba aja dulu masuk halaqoh.
S: Terus
D: Udah masuk. Kalau kamu ngerasa gak sanggup dan gak mau nikah sama aku lantaran gak mau ikut halaqoh ya silahkan. Terserah. Terus dia ikut halaqoh selama 3 bulan. Percobaan. Katanya sih awalnya ngerasa gak nyaman. Tapi lama2 jadi biasa. Tapi setelah syarat terpenuhi. Ternyata kami memang sepertinya gak jodoh. Karena hal yang saya tanyakan tadi. Yang gak bisa nikah tahun yang sama. Wah. Ini kok jadi curhat.
S: Iya ga pa2 D. Aku senang banget bisa mendengar ini dari kamu.
D: Iya. Bisa jadi bahan riset. Dirimu kan anak sosiologi.
S: Iya bisa juga gitu. Tp risetku bukan ttg beginian. Keren sekali ya halaqah. Gigih gt.
D: Sebenarnya hanya untuk memastikan jalan membangun peradaban itu. Batu bata penyusunnya sebaiknya satu bentuk. Bisa baca kisahnya Anis Matta yang menikahi orang Hungaria.
S: Iya iya. Keren emang.
D: Semua serba realistis.
S: Kl misalnya nikah dg org di luar halaqoh gmana?
D: Bisa2 aja. Tapi ya itu. Mau ikut halaqoh. Haha. Itu lagi.
S: Kl ga mau?
D: Saya sebenarnya sudah ada perasaan dengan yang Cina itu. Tapi saya juga harus realistis.
S: Misalnya aku ga mau.. tapi pingin nikah sama kamu.
D: Kalau gak mau ya saya juga gak mau. Karena menuruts saya membangun rumah tangga tidak hanya sekedar cinta. Tapi ada visi yang jelas kemana mau dibawa rumha tangga.
S: Iya ngerti.  Tp kan g harus dg halaqah to?
D: Visi saya ya memberi manfaat sebesarnya. Salah satu sarananya ya dengan itu. Halaqoh tadi. Ibaratnya halaqoh itu sebuah gerbong. Kalau kita pisah gerbong gimana mau jalan beriringan.
S: Visi saya ya memberi manfaat sebesarnya. Tp tdk dg halaqah. Terus gmana?
D: Kalau kita pisah gerbong gimana mau jalan beriringan.
S: Kan tujuannya sama.
D: Either saya yang pindah ke gerbong A atau kamu yang pindah ke gerbong lain.
S: Km siap kl pindah gerbong?
D: Saya gak mau pindah gerbong. Ibaratnya begini. Ada dua kereta berjalan beriringan dengan tujuan yang sama. Saya ada di kereta A. S ada di kereta B. Nah. Saya mau komunikasi sama S lewat jendela. Susah. Harus teriak2 dulu. Sedangkan kita dituntut efisiensi waktu. Kita tak punya waktu banyak hanya untuk sekedar komunikasi. Sedangkan agenda2 peradaban menanti didepan. Begitulah. Kok jadi berat kayak gini sih.
S: Oke. Agenda peradaban yg dimaksud apa konkretnya? Hihi
D: Hee. Masih mau nyimak gak?
S: Iya sangat mau dong.
D: Sebentar saya carikan file egenda peradaban dulu ya. Biar BJ gak salah ngerti.
S: Boleh boleh. Ditunggu ya.
D: Nah. Ketemu. Jadi agenda peradabannya begini: Tahapan paling tingginya adalah: Menjadikan Islam adalah sistem seluruh dunia. Rahmatan lil alamin lah bahasa kerennya. Untuk mencapai itu ada beberapa mihwar. Kami menyebutnya tahapan mihwar dakwah. Tahapan yang paling mendasar adalah mihwar pembentukan Muslim sejati. Kami mulai dengan halaqoh tadi. Tahapan kedua yakni mihwar pembentukan keluarga Islami. Dengan pembentukan keluarga Islami diharapkan kita dengan kelurga tersebut bisa menuju mihwar selanjutnya. Yakni: mihwar masyarakat Islami. Setelah itu baru negara, dan dunia. Makanya disebut misi peradaban.
S: Wah keren sekali ya. Sebuah strategy yg keren itu.
D: Nah. Saya ingin mengutip kata2 Anis Matta dan Ahmad Heryawan tentang peradaban ini: Ini bakal panjang saya ketik disini.
S: Oke ditunggu... Tokoh paling atas di Indonesia siapa, D?
D: Paling atas maksudnya?
S: Macam paling berpengaruh atau presidentnya gt.
D: Nanti saya jawab itu ya. Saya ketikkan ini dulu; ini pidato Anis Matta ketika kemarin datang ke Turki. Serta Pidato Ahmad Heryawan di acara DEYS: “Secara fisik di Turki banyak karya sejarah pembangunnya sudah wafat hari ini kita masih bisa memanfaatkan karya bangunan fisiknya. Dan karya2 pikiran ulama masa lalu. Di Indonesia, saya tinggal di Gedung Pakuan dibangun 1884 dan sampai sekarang masih kokoh. Gedung sate dibangun 1920 masih kokoh sampai sekarang. Bandingkan dengan bangunan zaman sekarang yang melalui proses tender. Biasanya umur manusianya masih hidup bangunannya sudah runtuh. Kenapa? Teorinya sederhana, karena ia tidak berpikir untuk membuat sejarah. Kami percaya bahwa setiap bangsa akan mendapatkan jatah untuk membangun peradaban dan sejarah di dunia: Arab sudah. Persia sudah. Turk sudah. Dan yang lainnya sudah. Giliran kita orang Malay yang belum. Dan kami percaya bahwa kita bangsa Indonesia adalah kandidat utamanya. Turki penduduknya berapa? 70-an juta. Satu negara besar di antara negara lain di kawasan ini. Karena Mesir 80-an juta. Iran 70-an juta. Ini adalah negara2 Arab yang kalau dikumpulkann ada 22 baru bisa menyamai jumlah penduduk Indonesia. Jadi bisa kita bayangkan perbedaan dalam skala. Bahkan salah satu politisi Kuawit terheran dengan besarnya jumlah kita. Tapi kita saudara2: sering mempersepsikan diri kita kecil. Dan karena itu kita tidak pernah membayangkan melakukan kerja2 besar seperti membangun peradaban dunia. Kita yang menganggap diri kita kecil padahal orang lain melihatnya sangat berbeda.”…..  Ini pendapat saya; dari visi di atas yang sudah jelas saya enggan untuk pindah gerbong. Tujuan memang sama. Tapi saya tidak pernah menemukan penjelasan yang membangkitkan semamgat seperti ini di gerbong2 lainnya. Bukan berarti gerbong yang lain salah, hanya saja saya merasa gerbong yang ini sesuai dengan saya.
S: Oke oke, D...
D: Gak salah dunk kalau saya minta calon suami saya juga melihat visi ini.
S: Makasih sudah sedia menjelaskannya. Kamu baik deh.
D: Sip deh. Biar orang tak salah mempersepsi kami. Karena saya sering mendapat kritikan bahwa: gerbong kamu ekslusif. Karena mereka belum lihat dari dalam sepertinya.
S: Iya betul mrk ga tahu kelompokmu dr dalam. Terus president gerbong kamu di Indonesia siapa sekarang. Tokoh2 yg yang terkenal gt.
D: Ya semacam Anis Matta, Ahmad Heryawan dan kawan2nyalah.
S: Ini kelompokmu bernama Hizbut Tahrir ya, D?
D: Beda. Hizbut Tahrir itu Ustadz Felix. Kalau saya Ikhwanul Muslimin.
S: Oh iya. Tapi sama lho..mau bikin khalifah juga...
D: HT dan IM beda. Kalau HT mereka gak berpolitik.
S: Kan sama mau bikin negara Islam. Oh gt.. Mencerahkan sekali deh chatting ini.  Makasih ya
D: Sama2. Semoga bermanfaat. Semoga BJ mempersepsi kami bukan gerakan yang aneh2.
S: Ga kok. Ga bakal. Saya dukung kalian jika baik. Tapi sayang jg banyak yg korup ya.
D: Wah. Saya masih dalam kepercayaan gak korup. Itu kayak filosofi SUMUR.
S: Apa lagi tuh?
D: Sudah pernah dengar?
S: Kayak Lutfi Hasan ga korup berarti?
D: Nanti lanjut lagi ya. Saya tunaikan kewajiban dulu: sholat. Hehe
S: Sip
D: Saya berkesimpulan dari pernyataan BJ bahwa ketika kita halaqoh itu artinya masuk partai. Pertama2 saya ingin menjelaskan bahwa ketika kamu masuk halaqoh bukan berarti kamu masuk partai. Partai hanyalah salah satu sarana kami. Kalaupun partai bubar kami tetap ada. Karena induknya adalah jamaah tadi, bukan partai. Misalnya saya. Ketika masuk halaqoh saya bukan orang partai. Kami berprinsip menebar kebaikan apapun kemampuan kamu. Lalu misalnya saya menebar kebaikan melalui tulisan. Itulah sebab kenapa saya rajin menulis. Karena disitu tempat saya mampu. Kami sebut muyul. Nah ada juga orang yang muyulnya di partai ya masuk partai. Muyul politik maksudnya……. Nah, mengenai FILOSOFI sumur tadi mau dijelasin gak?
S: Kakakku masuk PKS, lho. Mau dong.
D: Hehehe. Siap. Kamu pernah dengar teori konspirasi? Banyak yang tak percaya tentang teori konspirasi atas kami. Ini sebenarnya konspirasi internasional. Misalnya saja sekarang diterapkan di Turki. Karena di Indo mereka berhasil merusak citra kami, jadi sekarang mereka juga menerapkannya atas Turki. Ada saya punya tulisan tentang ini….. Sebentar ya….
S: Kasi link ja biar aku baca (tapi sayang file kiriman si doi soal ini saya lupa disimpan dimana. Semoga masih ada biar saya publis nanti). Terus soal korupsi Lutfi Hasan gmana?
D: Saya nulis di word. Gak saya terbitin karena isu sensitif. Sebentar. Biar runut. Apapun yang terjadi kami tetap mencintai Ustadz Lutfi Hasan. Sebab itu pidato pertama Anis Matta ketika menjabat sebagai presiden: kami tetep mencintai beliau. Tentang penjelasan logisnya seperti ini (si doi kirim file via word); Lalu mengenai kasus korupsi LHI ibarat cerita Nabi Yusuf yang masuk sumur? Kira2 analoginya seperti itu. Bisa jadi kami berdiri terlalu dekat dengan sumur jadi orang dengan mudah mendorong kami masuk sumur.
S: Berarti bukti2 semua di pengadilan gmana tuh?
D: Menurut BJ gimana? Uang 1 Miliarnya udah ditangan LHI? Blm. Kalau BJ sempat ikut mendengarkan live streaming sebenarnya bisa lebih jelas. Bahkan si Fatanah sempat meminta maaf kepada LHI atas perbuatannya. Live streaming pengadilan LHI maksudnya…… Jadi misalnhya nih BJ jatuh cinta sama saya dan udah beliin cincin buat saya. Ini misalnya ya. Terus di jalan BJ ditanya ama temennya: “kamu mau ngapain?” “Mau ngelamar D.” Nah apakah dengan pernyataan BJ tadi saya lantas dianggao sebagai tunangan BJ. Padahal cincin belum saya terima dan saya belum mengatakan iya….. Tapi itu hanya maslah segelintir kami. Tak menghalangi kami untuk tetap menebar kebaikan. Yang lalu biar berlalu. Makanya kami sekarang mengeluarkan AYTKTM: Apapun Yang Terjadi Kami Tetap Melayani. Lebib lengkapnya bisa tanya kakaknya BJ deh. Saya orang yang gak masuk politik kok. Saya menebar kebaikan lewat tulisan.
S: Hehee oke. Oke D. Senang deh dapat ilmu banyak dr kamu
.

2 comments:

Anonymous said...

Sepertinya saya kenal dgn tokoh ketua ppi yg anda maksud. Walaupun saya tinggal di indonesia, saya juga tahu sepak terjang kelompok tarbiyah di turki melalui siswa2 saya yg bertebaran di sana. Saya jg gerah dengan taklid buta mrk terhadap erdogan, sehingga tulisan2 mrk ttg turki menjadi sumber fitnah bagi beberapa kelompok islam yg lain (mungkin anda sdh tahu kelompok yg saya maksudkan)

Bernando J. Sujibto said...

Terima kasih, iya bagus kalau Anda sudah tahu. Selebihnya, emang kita harus kerja ekstra untuk mendudukkan dan membawa isu soal Turki secara komprehensif dan tidak bias. Betul emang banyak banget orang-orang Indonesia lewat sedikit kelompok yang hanya bawa "Erdogan oriented", padahal Turki tak sesederhana itu. Saya tidak tahu apakah Anda orang Turki atau orang Indonesia, tetapi poinnya betul. Teman-teman bikin website http://www.turkishspirits.org/ untuk coba menghadirkan Turki lebih lengkap, menyeluruh dan seru. Silahkan ditengok..


Salam