Ziarah ke Museum of Innocence

Kemal menemukan kebahagian mencintai seorang Füsun dengan segenap warna dan misteri.

Saat itu ibuku menangis

Buat kakakku Hermanto Junaidi yang sedang damai bersemayam di bawah pohon ketapang, tempat aku selalu menjengukmu, saat pulang, atau saat pergi sekalipun.

Indeks Perdamaian Kota Itu Perlu

By measuring the state of peace, we can further our understanding of the social, political and economic factors that help develop more peaceful environments

Tentang Ingatan dan Ideologi

The struggle of man against power is the struggle of memory against forgetting” — Milan Kundera (The Book of Laughter and Forgetting).

A Journey: from Border to Border

Midyat is one of a must visited historical places in Mardin beside Old Mardin. Overall this city is cited as paths of the early civilizations named Mesopotamia or far before it—if we talked about Christianity and Jews history as well for its strategic location with rocky hill and plain near the Tigris River.

Saturday, December 19, 2009

Ilusi Perempuan

--untuk kamu

tak ada yang sakral
tanah yang dirawat tiap hari
dua putik bunga yang mekar
atau sebuah bukit srikandi
selain menyerah kepada ilusi
dan sangsi
kembali

Monday, August 24, 2009

Diari dari Seseorang

(For someone who wrote this note and sent me by email several years ago is one who flattered me at the first time in mylife. So that's why I put this note here on blog as my litany of memories to remark by myself. Someday you can find this wherever you are and keep this as a lesson-learned we had made. I don't wanna edit this such messy writing! I just believe that memory must be kept in mind and writing as well.)

y allah..sungguh sebenernya aq tidak tau menau perasaan q ini seperti apa dan kepada siapa,pada tgl 24- 8-2009!sungguh aq terkejut tatkala ada sms masuk disiang hari yang yang isinya membuat aq kaget.dia adalah beje tanpa aq mengharap dan menyangka tiba2 pengen ketemu sama aq,jujur perasaan q bercampur_campur serasa sama sekali g percaya.dan aq langsung menegaskan dengan membalasnya, y allah.....sungguh merasa bersalah,,karena terlintas dipikiran q klo aq ketemu aq hanya membuatnya bingung,aq takut,sayang dan menghargai dia,karena sudah cukup lama aq berusaha untuk melupakan perasaan q yang pernah q sampaikan padanya,,,akhirnya ketemu juga aq dengan dia...nongkrong di code sambil qt ngobrol,obrolan itu serasa hangat sekali tanpa lagi aq menyadari bahwa aq ada beberapa masalah,entah kenapa aq merasa tenang dan bahagia sama dia,,,melebihi perasaan dan suasana hati q ketika aq dekat dengan maz yang sudah lama jd bagian hidup q,,,beje jg sih,,,,tp aq kan dah cukup lama berusaha bwt menepis perasaan itu.obrolan terus mengalir sampai pd saatnya dia cerita,dan ceritanya membuat aq kaget dan aq merasa sedikit tidak rela...sungguh egois diri q,,,ternyata beje mau mengikat komitment dengan seseorang,,,hehehe...sudah curiga sih sebenernya...dengan tulisan di wall fb nya itu,berkali dia bilang gmn klo aq suka ma km,,,rasanya aq merinding mendengarnya,,,y allah....tidak kuasa aq menatapnya.aq merasakan bahwa dia telah gundah,,,tp bagaimanapun juga aq akan selalu mensupportnya,,,begitupun dia yang selalu membuat aq tegar,,,,oh beje aq ingin jd sahabat terbaikmu.....

Wednesday, July 22, 2009

Dibalik Eksotisme Taj Mahal


Konon, Piramid, dimana tubuh Fir’aun dimumi sebagai saksi sejarah yang hingga kini menjadi bagian tak terpisahkan dari Mesir, mempunyai pertautan historis yang kaut sebagai representasi nilai estetika peradaban dan kebudayaan manusia. Bangunan-bangunan peninggalan bersejarah (historical heritages) dunia tak lepas dari kegetiran ataupun kebanggaan sejarah yang happening pada masanya. Mereka adalah saksi bisu peradaban manusia untuk masa-masa selanjutnya. 

Tembok Besar China (the Chines great wall), Menara Eiffel di Prancis, dan Candi Borobodor di Bumi Pertiwi adalah bukti kejayaan peradaban manusia di masanya. Bangunan-bangunan di atas termasuk dalam “tujuh keajaiban dunia” (the seven-wonderful world) dan dibangun di atas kesadaran budaya yang luarbiasa. Dalam catatan sejarah, semua menomen bersejarah dunia yang dikagumi hingga sekarang merangkum banyak kisah pahit-getir yang harus dikuak dan diketahui setara dengan kekaguman kita. 

Wednesday, June 17, 2009

Anomali Dosen FISHUM UIN Sunan Kalijaga

Sebagai sebuah jejak perjalanan, catatan krusial dan kritis ini harus saya simpan di blog. Saya sudah berekonsiliasi dengan pihak-pihak yang bersinggungan dengan tulisan ini. Jadi, kehadiran foto atas tulisan yang sebenarnya berjudul "Anomali Dosen Sosiologi FISHUM UIN Sunan Kalijaga" tak lebih dari arsip yang harus saya lakukan. Bukan untuk mengumbar atau membuka luka lama, seperti biasa diomongkan banyak orang ketika berhadapan dengan resistensi.....

Saya ingat betul suatu waktu ketika saya berani berbicara langsung, tepatnya berdebat, kepada seorang dosen perempuan. Dia dosen baru yang konon ikut suaminya sebagai dosen UGM dan lalu--daripada nganggur--istrinya daftar dan diterima menjadi dosen di UIN Sunan Kalijaga (entah status dosennya apa saya tidak paham). Dia mengajar Sosiologi Politik. Dan ternyata tidak qualified di mata teman-teman dan aku menyaksikannya sendiri. Dari situlah debat dimulai. Banyak teman-teman di kelas yang terkejut dengan penjelasannya atas pertanyaan-pertanyaan yang waktu itu (sekarang sudah lupa topiknya) dijawab salah oleh si dosen. Dari situ kemudian saya, bersama beberapa teman, berkonsolidasi dengan teman-teman kelas, dan sepakat agar ada dosen baru sebagai penggangti, yang tentu capable dengan matakuliah.

Negosisasi berlanjut dengan Kaprodi Sosiologi FISHUM UIN, dan sekaligus baikot matakuliah bersangkutan. Satu, dua, tiga dan empat kali negosiasi, tidak mendapatkan hasil apa-apa. Kaprodi tidak mencarikan dosen lain (seperti tak ada niat baik), tapi anehnya ketika ujian akhir semester (UAS) ternyata matakuliah ini diujikan. Dan hasilnya, teman-teman mahasiswa jelek semua. Tak ada satu pun yang dapat nilai B. Semuanya C ke bawah. Dari sinilah resistensi itu muncul semakin akut. Negosisasi perbaikan nilai tidak bisa, dan bahkan oleh Kaprodi diledek: "baru sekarang saya menghadapi mahasiswa yang minta nilai berubah," terus tampak seperti dibiarkan saja.

Ada yang kurang disadari, dikira bahwa kami akan diam saja. Tentu tidak. Kami pemuda dengan perjuangan yang tak main-main di tengah loyonya dan tak beresnya orang-orang di balik sistem. Kami menyusun strategi gerakan, hingga demo sebagai ujung akhir untuk mengungkap hal ihwa ini. Sebelum menulis FORUM di bawah ini, untuk merumuskan sebuah gerakan, kami berkemah bareng di Pantai Glagah satu kelas. Dan lahirlah ini, tulisan yang membuatku harus menanggung banyak hujatan, kritikan dan fitnah-fitnah yang disebar se-fakultas setidaknya. Dosen yang sedari awal banyak sudah kerap friksi semakin akut berada dalam kubu yang ikut mengganyang namaku sebagai mahasiswa amoral. Hanya dua dosen dan itu semua laki-laki yang mengertiku, dan mereka telah meredamku dengan sifat gentle. Kepada dua dosen inilah saya harus berterima kasih karena diajari untuk kuat dan tetap tegap.


personal doc


Monday, April 13, 2009

Byan: Awal yang Indah

---sevdigim birinden bir hatıra

Personal doc
Waktu di mana saat itu aku masih anak kuliah semester 3. Aku ingat benar bagaimana pertemuan demi pertemuan aku ciptakan untuk bisa dekat atau sekedar mencari alasan agar aku bisa bersamanya; seseorang yang tidak sengaja hadir dalam hidupku dan begitu aku jaga sampai sekarang; seseorang yang aku sendiri tidak menyadarinya sejak awal bahwa dia begitu berharga. Bahwa dialah orang yang ingin aku pertahankan, bahwa dialah orang yang begitu kuat aku menjaganya dan menunggunya sampai sekarang. Orang yang sudah aku beri komitmen dan kepercayaan untuk kelak menjadi satu-satunya yang akan memberikan separuh hidupnya untuk kebahagiaanku. 

Aku baru menyadarinya,Tuhan menghadirkan beberapa orang yang salah, tidak penting, mungkin menyisakan kenangan pahit. Namun aku percaya orang-orang tersebut telah mengantarkanku bertemu dengan seseorang yang baik dan benar untukku. Dialah Byanku, orang yang kini hadir dalam setiap perjalanan hidupku. ini adalah kisah tentang dia, tentang Byan yang kini dan selamanya selalu menjadi lelakiku. Byan adalah orang yang tidak sengaja aku kenal dari orang yang salah. Saat itu Byan seperti tempat yang disediakan Tuhan untuk hati yang lara, seperti debur ombak yang menyapu pasir pantai, seperti itu pula kehadirannya mampu menghapus duka. Ada semacam magnet yang membuatku terus mendekat kepadanya.

Benar adanya jika aku merasa kehilangan namun di saat yang sama aku telah menemukan Byan. Aku senang bisa di dekatnya. Aku senang bercerita banyak hal atau sekedar mendengar perjalanan hidupnya. Jelas sejak awal aku merasa nyaman, namun aku belum mampu mendeskripsikan apakah itu rasa suka. Aku tidak melihat fisik, harta atau kehebatan lain dari Byanku. Aku hanya mau selalu di dekatnya. Kenyamanan itu tidak aku dapatkan dari orang lain sampai sekarang. Itulah awal di mana Byan kemudian selalu hadir dalam hidupku.

Byan sangat suka membaca, menulis dan sastra. Kamarnya dipenuhi buku-buku yang hampir tidak mampu aku baca walau bertahun-tahun bersamanya. Byan menghabiskan waktu hampir sepanjang hari bersama buku. Aku tidak begitu sulit untuk mencuri waktu bersamanya. Selepas kuliah atau waktu senggang, aku menyempatkan untuk mengunjungi Byan, mengajak makan di luar, menawarinya makanan atau mengajaknya pergi keluar untuk mencari angin. Apapun itu asal bisa bersamanya pasti aku lakukan.

Aku tidak tau apa yang Byan pikirkan tentangku saat itu, aku tidak tau bagaimana perasaan Byan saat itu. apa Byan menganggapku perempuan aneh, gampangan, atau mainan baru atau apa aku tak tau. Ah aku pikir bukan aku tidak tau tapi aku tidak mau tau tentang itu. Aku menutup itu dalam-dalam, aku tidak peduli jika pun Byan tidak suka atau tidak mau ada aku saat itu. Aku mempertahankan kenyamanan bersamanya. Aku tidak memikirkan bagaimana kalau Byan berfikir buruk dll. Yang aku tahu saat itu bahwa aku begitu nyaman dan aku akan bersikap amat sangat baik dengan orang yang membuatku nyaman. Byan selalu memiliki waktu untukku, aku seperti lem yang terus menempel di hidup Byan. Apa aku egois? Aku menunjukan perhatianku pada Byan. Aku melakukan itu tanpa pamrih apapun. Aku juga tidak sedang merebut hatinya. Karena aku sedang tidak peduli dengan rasa suka saat itu. Tapi aku bukan orang yang hanya diam, aku orang yang cenderung menunjukan segalanya, baik suka atau tidak suka. Tapi aku tidak peduli apakah Byan suka atau tidak dengan sikap serta perilaku yang aku tunjukan.

Byan dan aku sudah lama bersama,tanpa status hubungan yang kita jalani namun aku mulai menyadari bahwa kenyamanan itu membuatku takut kehilangan. Itu adalah awal di mana Byan akan menjadi orang yang sangat berharga hingga aku takut kalau Tuhan mengirimkan orang lain untukku.

Sunday, February 08, 2009

Makna Kota dalam Memoar Orhan Pamuk

Versi lain dari tulisan ini di Harian Kompas

Published by Serambi (2009)
Kota harus dimaknai secara komprehensif, bukan hanya sebagai arena kontestasi ekonomi-politik semata yang ujung-ujungnya berkubang kepada persoalan materi dan ukuran kelas-kelas kekayaan. Demi ”keselamatan” kota itu sendiri, kota harus menjadi tempat yang nyaman bagi penduduknya dan memikat orang-orang di luar dirinya.

Kota adalah ruang (space) materi sekaligus nonmateri bagi orang-orang yang menghuni di dalamnya. Ia bukan hanya seperangkat benda-benda (ornaments) dan properti-properti yang menandai kebudayaan serta geliat peradaban suatu tempat. Namun, kota juga merupakan suatu lanskap bagi imajinasi para penghuninya. Yaitu tempat di mana manusia di dalamnya bebas bermimpi tentang nuansa sebuah kota. Nuansa yang terbayang dari serangkaian peristiwa sejarah yang telah melekat dengannya. Sebuah kota juga tidak bisa dipisahkan dari emosi sejarah dan peradaban bangsanya pada masa lalu.