Thursday, July 10, 2014

"Asrul Yani"

(sebuah kenangan perjumpaan)

Ini malam terakhir untuk Asrul, seorang teman penerima beasiswa dari Pemerintah Turki namun memilih melepasnya setelah 6 bulan tinggal dan belajar bahasa (kelas persiapan) di Turki, teman satu angkatan dan sekaligus satu cohort dari Indonesia, teman tinggal satu kamar, teman diskusi yang hangat dan tak jarang sengit (bersama Mas Agung Chengho), teman berjiwa explorer, teman yang ringan tangan dan murah senyum, teman yang baik dan mengesankan….

Saya tidak punya banyak hal yang bisa dilakukan saat ini selain menuliskan potongan-potongan kenangan bersamanya, calon mahasiswa Ph.D hukum yang menangguhkan diri!

Saya belajar banyak hal dari semua pengalaman (baik orang ataupun fenomena alamiah lainnya) dimana saya pernah bersinggungan, belajar dari keseluruhan pengalaman (baik-buruk) sebagai guru yang tak terbayarkan. Dari Asrul—sosok yang kemudian kami (saya dan Mas Agung) panggil dengan nama “Asrul Yani”, karena sosok tegas dan badannya yang tegap seperti seorang jenderal, saya belajar tentang kesediaan “mendengarkan” dan hasrat-seluruh untuk belajar dan mencoba hal-hal baru.

Sebagai mahasiswa master hukum, saya belajar banyak tentang hukum kepadanya. Ia sangat bersedia untuk berbagi; sempat bersama-sama “membereskan” konstitusi PPI Konya melalui sebuah amandemen dalam tim kecil bernama “Alaaddin Tepesi”, sebuah warisan keterlibatan Asrul yang akan saya (atau mungkin kami) kenang. Bersama banyak teman yang hangat dan akrab (tanpa egois memikirkan keuntungan personal) kami di Konya, sebuah provinsi paling konservatif-religius di Turki, melalui hari-hari di bulan-bulan awal kami dengan bersahaja. Saya tidak pernah membayangkan bila Asrul akan kembali ke Indonesia dan memutuskan untuk berhenti dari proses pendidikan di Turki.

Namun, begitulah roda kehidupan, berputar pada ceruk misteri dan penuh suspensi.

(Konya YTB batch year 2014)
Hidup memang soal pilihan dan pilihan hidup bisa saja berubah di tengah perjalanan hidup itu sendiri. Itulah dinamika kehidupan, suatu lakon yang harus dilalui, harus diterima sebagai hadiah dari Yang Maha Misteri. Tapi yang pasti, pilihan yang bertanggung jawab bukan milik semua orang. Hanya mereka yang mempunyai kedasaran-diri atas pilihannyalah yang akan mengambil keputusan dari pilihan hidupnya sendiri, secara matang dan penuh keyakinan, penuh tanggung jawab. Dan Asrul adalah salah satu, dari tidak banyak orang, pengambil keputusan dengan keyakinan dan tentu, tanggung jawab!

Asrul, tulisan sejenis ini—dalam blog ini—biasa saya tagari “Caring is Friend”, sebuah narasi tidak penting bagi orang lain tapi saya menuliskannya sebagai catatan dan ingatan untuk diri saya sendiri.

Selamat berkarya dan mengabdi, teman! Kapan pun semoga kamu akan selalu menjadi Asrul yang saya kenal.

Selamat malam.

(Konya, ‎Saturday, ‎March ‎22, ‎2014, ‏‎1:28:07 AM)


0 comments: